
INTERNET YANG MENDIDIK
Seiring dengan perkembagan zaman dan kemajuan teknologi, dunia pendidikanpun tak henti-hentinya mengadakan perubahan demi kemajuan bangsa, ini terbukti dengan diadakannya berbagai terobosan-terobosan yang menyangkut peningkatan mutu pendidikan, mulai dari perubhan kurikulum hingga kesejahteraan tenaga pendidik. Hal ini pun telah dapat di rasakan oleh masyarakat terlebih lagi tenaga pendidik yang terlibat langsung. Walaupun di beberapa daerah terpencil masih ada di temukan gedung sekolah yang roboh, masih ada yang sekolah di emperan karena gedung sekolah yang tidak mencukupi, masih banyak siswa yang kita temukan naik gunung dan turun bukit menempuh sekolahnya yang jaraknya lumayan jauh dari daerah tempat tinggalnya dan masih ada kita temukan guru yang naik sepeda ontel ataupun jalan kaki untuk mengabdikan diri demi anak-anak bangsa. Namun kita tak dapat memungkiri bahwa waktu berjalan begitu cepat dan di iringi oleh perkembangan dan kemajuan teknologi yang semakin canggih pula; salah satunya adalah internet atau sering di sebut dunia maya.Ketika kata “internet “ kita tanyakan pada siswa yang berada di daerah terpencil, pedalaman atau singkatnya bagi siswa yang masih jauh dari jangkauan informasi maka mereka mendengar kata itu masih asing namun berbeda bagi siswa yang berada di daerah yang cukup dekat dengan akses informasi atau jaringan internet, Di sejumlah warung internet, puluhan kelompok pelajar hampir setiap hari memenuhi warnet untuk bermain game online, bahkan ada siswa yang membolos sekolah demi menyalurkan hobi di dunia maya tersebut. Ini adalah salah satu dari sekian sisi negatif atau dampak buruk dari dunia maya. Begitupun sebaliknya; banyak kita temui siswa atau anak-anak seusia sekolah bergerombol di warnet-warnet untuk mencari materi tugas yang di berikan oleh guru di sekolah, entah itu menyakut pengenalan internet dari guru TIK maupun mencari gambar tengkorak manusi dari guru Biologi atau keanekaragaman budaya dari guru Seni & Budaya. Hal ini pun di lakukan dengan tujuan yang sama yaitu demi mutu pendidikan lebih baik. Beberapa sekolahpun telah memasang jaringan internet (Internet masuk sekolah) walaupun signalnya timbul tenggelam atau putus nyambung namun sedikit tidak memberikan sebuah pengetahuan baru bagi siswa maupun tenaga pendidik selain sebagai akses untuk menambah wawasan.
Tanggapan Orang Tua Siswa
Tanggapan dari orang tua siswa tentang anaknya yang mulai kecanduan internet juga beragam, tentunya ada positif dan ada pula yang menanggapi negatif sebagaimana juga tanggapan mengenai sistem pendidikan yang kita jalani saat ini.
Ada orang tua yang langsung membentak-bentak anaknya ketika meminta uang untuk ke warnet; “ Apa!? Uang untuk ke warnet!! Bukankah internet itu hanya berisi hal-hal yang ‘gituan’?” dengan alasan dari internet itulah segala film atau gambar-gambar porno di peroleh, ada juga orang tua yang dengan senang hati melihat anaknya ke warnet untuk mengerjakan tugasnya dengan ungkapan “ Ni uang nak, semoga kamu bisa menguasai Dunia karena katanya jika kita mengenal internet berarti kita mengenal dunia”.
Contoh-contoh ungkapan orang tua di atas hendaknya memberikan pengalaman baru bagi para orang tua dan tenaga pendidik bahwa internet tidak selamanya buruk bagi pendidikan, begitu juga sebaliknya bahwa internet tidak selamanya baik bagi pendidikan karena jika kita katakan buruk, banyak kita temukan ilmu-ilmu baru bahkan yang tidak pernah di ajarkan oleh guru atau dosen kita di sekolah atau perguruan tinggi, entah tentang agama maupun pengetahuan umum. Dan jika kita katakan semua yang ada di dunia maya itu baik, namun ternyata masih banyak kita temukan situs-situs porno yang dapat di akses dengan mudah atau “tinggal klik saja” nah sekarang tinggal bagaimana kita menyikapi kemajuan teknologi ini, dan ini membutuhkan perhatian serta pengawasan dari seluruh kalangan baik bagi tenaga pendidik, orang tua maupun masyarakat luas agar bagaimana kita menanamkan nilai fositif dari dunia maya kepada anak-anak bangsa, terlepas dari sisi negatifnya karena banyak situs-situs jejaring sosial di dunia maya yang mendidik.
Konsultan Teknologi dan Pendidikan (Jakarta) menulis dalam webnya;
“Kita akan lebih pintar” dari program-program internet masuk sekolah (tapi anak-anak kita belum tentu) karena kita akan belajar, bahwa internet masuk sekolah “bukan” solusi untuk pendidikan yang bemutu.
Satriawan Al Bayani.
Dimuat di lombok post tgl 03 Nov 2009


Sukses ya pak guru. salam hormat dari alumi SMAN 2 Labuapi
BalasHapustrims uda mampir... sedang jalan2 di blognya ne... lam kenal.
BalasHapus